Peluang I
Soal Nomor 1 (SIPENMARU 1985)
Bila kita
perhatikan nomor rumah yang terdiri atas dua angka, tanpa angka nol, maka
banyak rumah yang dimaksud dengan nomor ganjil ialah ....
A. 90
B. 45
C. 40
D. 9
E. 5
Pembahasan
Diperhatikan,
bahwa nomor rumah tersebut terdiri dari 2 angka, artinya ada dua digit atau dua
tempat yang harus diisi yaitu puluhan
dan satuan.
Karena, yang
ditanyakan adalah banyak rumah dengan nomor ganjil, maka tempat satuannya,
harus diisi dengan bilangan ganjil. Yaitu, 1,3,5,7,9. Dengan demikian ada 5
cara untuk mengisi tempat satuan.
Sedangkan
untuk tempat puluhan dapat diisi oleh 1,2,3,4,5,6,7,8,9, sehingga ada 9 cara
untuk mengisi tempat puluhan.
Dengan
demikian banyaknya nomor rumah dengan nomor ganjil adalah $5 \times 9=45$
Jadi banyak
rumah yang dimaksud dengan nomor ganjil ialah 45
Jawaban : B
Soal Nomor 2 (SPMB 2001)
Dari
angka-angka 2,3,4,5,6,7, dan 9 dibuat bilangan yang terdiri atas tiga angka
berlainan. Banyaknya bilangan yang dapat dibuat yang lebih kecil dari 400
adalah ....
A. 10
B. 20
C. 40
D. 80
E. 120
Pembahasan
Bilangan
yang ditanyakan terdiri dari tiga angka berbeda, ini berarti ada tiga tempat
yang harus diisi yaitu, Ratusan, Puluhan,
dan Satuan dan disampaikan di soal bahwa bilangan tersebut terdiri dari
tiga angka yang berlainan, yang berarti tidak boleh ada angka yang berulang.
Tempat
Ratusan : hanya dapat diisi oleh angka 2 dan 3, karena disoal disampaikan bahwa
bilangan yang dibuat harus lebih kecil dari 400. Sehingga ada 2 cara untuk
mengisi tempat ratusan.
Tempat
Puluhan : hanya dapat diisi oleh 5 angka pilihan, karena satu angka tersebut
sudah digunakan di tempat ratusan, sehingga ada 5 cara untuk mengisi tempat
puluhan.
Tempat Satuan
: hanya dapat diisi oleh 4 angka pilihan, karena dua angka tersebut sudah digunakan di tempat ratusan dan
puluhan, sehingga ada 4 cara untuk mengisi tempat puluhan.
Berdasarkan
kaidah perkalian, banyaknya bilangan yang terdiri atas tiga angka yang lebih
kecil dari 400 adalah $2 \times 5 \times 4=40$
Jadi,
banyaknya bilangan yang dapat dibuat yang lebih kecil dari 400 adalah 40.
Jawaban : C
Soal Nomor 3 (EBTANAS 1997)
Dalam sebuah
kotak terdapat 4 kelereng merah dan 6 kelereng putih. Dua kelereng diambil satu
demi satu dengan pengembalian. Peluang terambil kelereng putih kemudian
kelereng merah adalah ....
A.
$\frac{2}{15}$
B.
$\frac{4}{15}$
C. $\frac{3}{25}$
D. $\frac{6}{25}$
E. $\frac{2}{56}$
Pembahasan
Banyak
kelereng $=4+6=10.$ jadi total kelereng $n(s)=10$.
Dimisalkan :
$A=$
kejadian terambilnya kelereng putih, $n(A)=4$
$B=$ kejadian
terambilnya kelereng merah, $n(B)=6$
Jika dua
kelereng diambilnya satu persatu dengan
pengembalian, maka kejadian tersebut adalah kejadian saling bebas.
Peluang
terambil kelereng putih kemudian kelereng merah adalah :
$(P \cap B)=P(A)\times
P(B)$
$(P \cap B)=\frac{4}{10}
\times \frac{6}{10}$
$(P \cap B)=\frac{24}{100}$
$(P \cap B)=\frac{6}{25}$
Jadi,
peluang terambilnya kelereng putih kemudian kelereng merah adalah
$\frac{6}{25}$.
Jawaban : D
Soal Nomor 4 (EBTANAS 1998)
Peluang
siswa A dan B lulus UMPTN berturut-turut adalah $0,98$ dan $0,95$. Peluang
siswa A lulus UMPTN dan B tidak lulus adalah ....
A. $0,019$
B. $0,049$
C. $0,074$
D. $0,935$
E. $0,978$
Pembahasan
Peluang siswa
A lulus $=0,98, P(A)=0,98$
Peluang siswa
B lulus $=0,95, P(B)=0,95$
Untuk mencari
peluang siswa B tidak lulus, maka dicari $1-P(B)$
Sehingga,
didapat hasil $1-0,95=0,05$.
Perlu
diketahui bahwa lulus atau tidak lulusnya siswa
B tidak dipengaruhi oleh lulus atau tidak lulusnya siswa A. Ini berarti kejadian lulusnya siswa A dan tidak lulusnya
siswa B adalah kejadian saling bebas.
Dengan demikian peluang siswa A lulus dan B tidak lulus adalah
$(P \cap B')=P(A)\times P(B')$
$(P \cap B')=0,98\times 0,05$
$(P \cap B')=0,049$
Jadi, dengan
demikian peluang siswa A lulus dan B tidak lulus adalah $0,049$
Jawaban : B
Soal Nomor 5 (1700 Bank Soal)
Pada
percobaan melempar sebuah uang logam sebanyak 300 kali, frekuensi harapan
munculnya muka gambar adalah ....
A. 300
B. 150
C. 75
D. 60
E. 10
Pembahasan
Dimisalkan E
: kejadian munculnya gambar $\rightarrow P(E)=\frac{1}{2}$
Banyaknya
percobaan $n=300$ kali
Frekuensi
harapan muncul gambar adalah
$F(E)=n
\times P(E)$
$F(E)=300
\times \frac{1}{2}$
$F(E)=150$
Jadi,
frekuensi harapan munculnya muka gambar adalah 150.
Jawaban : B
Soal Nomor 6 (UN 2004 IPA, P3)
Dua dadu
dilambungkan bersama-sama. Peluang muncul mata dadu pertama 3 dan mata dadu
kedua 5 adalah ....
A.
$\frac{6}{36}$
B. $\frac{5}{36}$
C. $\frac{4}{36}$
D. $\frac{3}{36}$
E. $\frac{1}{36}$
Pembahasan
Dicari
terlebih dahulu nilai dari $n(s)$. Karena jumlah mata dadu ada 6 dan terdapat 2
dadu, maka $n(S)=6^2=36$.
Muncul mata
dadu pertama 3 adalah 1 kali
Muncul mata
dadu kedua 5 adalah 1 kali
Sehingga
muncul mata dadu pertama 3 dan mata dadu kedua 5 adalah $1 \times 1 =1$
Sehingga
peluangnya adalah $\frac{n(A)}{n(S)}=\frac{1}{36}$
Jadi, peluang
muncul mata dadu pertama 3 dan mata dadu kedua 5 adalah $\frac{1}{36}$.
Jawaban : E
Soal Nomor 7 (EBTANAS 1997)
Banyak
susunan berbeda yang dapat dibuat dari huruf-huruf pada kata “PENDIDIK” adalah
....
A. 20.160
B. 10.080
C. 8.400
D. 5.040
E. 2.520
Pembahasan
Kata PENDIDIK
terdiri atas 8 huruf, ini berarti $n=8$.
Pada kata
PENDIDIK terdapat huruf yang sama yaitu :
2 huruf D
dan 2 huruf I.
Banyaknya
susunan huruf berbeda yang diperoleh ditentukan oleh rumus berikut :
$P(8,2,2)=\frac{8!}{2!
2!}$
$P(8,2,2)=\frac{8\times
7\times 6\times \cdots \times 2!}{2! 2!}$
$P(8,2,2)=1080$
Jadi, banyak
susunan berbeda yang dapat dibuat dari huruf-huruf pada kata “PENDIDIK” adalah
1080.
Jawaban : B
Jika, tertarik ingin mempelajar 7 Soal dan Pembahasan Trigonometri, silahkan klik link tersebut.
Terima kasih, mohon kritik dan sarannya
Author : Genta Maulana Mustofa
7 Soal dan Pembahasan materi Peluang I
Reviewed by Genta Maulana M
on
May 12, 2020
Rating:
No comments: