Frozen Sick (DnD With Gemini)

Frozen Sick

Arsip Perjalanan Terakhir Ankara Gante
High Elf Wizard | Level 1 | Status: Deceased

Bagian I: Kedatangan di Palebank Village

Lokasi: Palebank Village, Wilayah Greying Wildlands
Cuaca: Dingin menusuk, langit abu-abu berat, angin kencang dari Laut Frigid.

Udara di sini tidak sekadar dingin; ia memiliki gigi. Angin yang berhembus dari Frigid Depths membawa butiran es halus yang menusuk kulit yang tidak tertutup, dan setiap tarikan napas terasa seperti menelan pecahan kaca kecil.

Palebank Village terhampar di hadapan Anda—kumpulan gubuk kayu kokoh dan tenda-tenda kulit tebal yang berjuang melawan elemen alam. Bau asap kayu bakar bercampur dengan aroma amis ikan yang membeku dan garam laut. Suasananya suram, lebih dari biasanya. Warga desa—kebanyakan Dwarf dan Elf yang berjaket bulu tebal—berjalan dengan kepala tertunduk, berbisik-bisik dengan wajah cemas.

Anda berdiri di pinggiran desa, di mana salju yang dipadatkan menjadi jalan setapak berujung pada sebuah pos penjagaan sederhana. Di sana, menunggu seseorang yang telah memanggil Anda.

Pertemuan: Elro Aldataur

Seorang Wood Elf tua berdiri membelakangi angin, menatap ke arah cakrawala kelabu sebelum beralih menatap Anda. Ini adalah Elro Aldataur, pemimpin desa ini. Dia tidak terlihat seperti bangsawan Elf yang halus. Kulitnya kasar dan pecah-pecah karena cuaca ekstrem, matanya tajam namun dikelilingi lingkaran hitam kelelahan.

"Terima kasih sudah datang," suaranya serak, seperti gesekan dua batu granit. "Saya harap perjalananmu ke tempat terkutuk ini tidak terlalu menyiksamu."

Dia memberi isyarat agar Anda berjalan bersamanya sedikit menjauh dari telinga-telinga yang ingin tahu, menuju sisi sebuah gudang penyimpanan ikan yang sepi.

"Kita punya masalah. Masalah yang membuat orang-orangku takut bahkan untuk bicara. Dua bulan lalu, Urgon Wenth, seorang Dwarf penjelajah yang disegani di sini, kembali dari Eiselcross dengan membawa artefak aneh. Seminggu kemudian, dia mulai... berubah. Dia melambat. Darahnya membiru. Dan kemudian, dia membeku. Bukan karena cuaca—dia membeku dari dalam."

Elro berhenti sejenak, ekspresinya mengeras menahan emosi.

"Kami baru saja menguburnya kemarin. Tapi sekarang, masalahnya memburuk. Ada warga lain, Tulgi Lutan, dia menunjukkan tanda-tanda yang sama. Saya butuh seseorang yang tidak terikat dengan politik desa atau ketakutan takhayul warga sini untuk menyelidikinya. Saya butuh Anda untuk mencari tahu apa yang membunuh Urgon, dan menyelamatkan Tulgi sebelum dia menjadi patung es berikutnya."

Elro menatap Anda, menunggu respons. "Saya bisa menawarkan 100 keping emas jika Anda bisa menemukan sumber penyakit ini. Bagaimana? Apakah Anda bersedia membantu Palebank?"

Bagian II: Investigasi Medis

Ankara Gante: "Hmm, bisa saya lihat dulu apa yang terjadi di sini? Saya mau tahu seperti apa es itu menyerang Tulgi."

Elro tampak sedikit terkejut dengan pragmatisme Anda—mungkin dia mengharapkan negosiasi harga atau ketakutan—tapi dia mengangguk setuju. "Bagus. Dia ada di kabinnya, tidak jauh dari sini. Tapi berhati-hatilah."

Kalian tiba di sebuah kabin kayu kecil yang atapnya melengkung di bawah beban salju tebal. Elro mengetuk pintu keras-keras, lalu membukanya tanpa menunggu jawaban.

Di Dalam Kabin

Gelombang panas langsung menerpa wajah Anda saat pintu terbuka, kontras yang mengejutkan dengan udara beku di luar. Di dalam, perapian menyala sangat besar, membuat ruangan itu terasa seperti oven. Namun, sosok yang duduk di kursi goyang di dekat api itu gemetar hebat seolah-olah dia sedang duduk telanjang di tengah badai salju.

Itu adalah Tulgi Lutan, seorang Dwarf wanita.

"Tutup... pintunya! Kau mau membunuhku?!" Tulgi membentak, suaranya lemah dan bergetar hebat.

Urat-urat nadinya menonjol, bukan berwarna merah atau hijau, melainkan biru cerah, seolah-olah darah di dalamnya telah berubah menjadi cairan slush es. Kristal-kristal es kecil benar-benar tumbuh di ujung telinga dan alisnya, meskipun dia duduk kurang dari satu meter dari api unggun.

Ankara mengangkat kedua tangan, jari-jari membentuk pola rumit di udara sambil menggumamkan mantra deteksi dasar.

Check: Arcana (Intelligence) Roll: 22 (Critical Success)

Analisis Ankara:
  • Bukan Penyakit Alamiah: Ini bukan virus biasa. Ini adalah Frigid Woe.
  • Jejak Sihir: Gabungan Necromancy (menyerap panas) dan Evocation (menciptakan es).
  • Asal-Usul Kuno: Sihir ini terasa buatan, presisi, dan dingin. Peninggalan zaman Age of Arcanum (Aeorian).
  • Bahaya: Penyakit ini menular melalui kontak fisik langsung atau menghirup spora napas.

Ankara berbalik cepat ke arah Elro. "Elro, mundur. Jangan bernapas terlalu dalam. Ini bukan penyakit biasa. Spora es yang dia batukkan bisa menginfeksi siapa saja."

Wajah Elro memucat. "Demi para Dewa... Urgon tidak pernah memberitahu kami ini menular."

Ankara menggunakan Mage Hand untuk memeriksa Tulgi tanpa menyentuh. Tekstur kulitnya keras seperti batu granit dingin. Ankara kemudian membuka buku catatannya, mencari referensi penawar.

Check: Investigation (Intelligence) Roll: 13 (Success)
Temuan: Sihir penyembuhan biasa tidak akan mempan. Butuh penawar khusus berupa cairan kental berwarna putih susu kebiruan yang resepnya sudah hilang.

Kesimpulannya: Anda tidak bisa menyembuhkan Tulgi dengan sihir Anda saat ini. Anda harus menemukan sumber penyakit ini untuk menemukan penawarnya.

Ankara: "Kamu ingin sembuh atau membeku dalam keabadian selamanya?"

Suara Ankara datar dan dingin. Niatnya logis, namun di telinga Tulgi yang kesakitan, itu terdengar seperti ejekan.

Check: Intimidation (Charisma) Roll: 0 (Natural 1 - Critical Fail)
Akibat: Tulgi mengamuk.
"KELUAR! KAU PIKIR AKU INI APA?! KAU PIKIR AKU INGIN MATI SEPERTI INI?! ENYAH KAU DARI RUMAHKU, ELF SIALAN!"

Tulgi melempar mug kaleng panas. Elro segera menarik Ankara keluar sebelum situasi memburuk.

Bagian III: Jejak Sang Penjelajah

Di luar pondok, Elro menghela napas panjang. "Diplomasi bukan keahlianmu, ya? Tapi setidaknya kita tahu dia menyembunyikan sesuatu. Kita harus mencari jawaban dari sumbernya langsung. Rumah Urgon Wenth."

Sebelum pergi, Ankara bertanya tentang latar belakang mereka. Elro menjelaskan bahwa Urgon adalah penjelajah yang disegani, sementara Tulgi adalah pemasang jerat yang sering berhutang pada Urgon.

Rumah Urgon Wenth

Rumah itu gelap, dingin, dan sunyi. Di dalam, Ankara bekerja dengan efisiensi seorang Sage.

Rangkaian Investigation Check
  • Meja Kerja (Roll 15): Menemukan Jurnal Perjalanan Urgon ke reruntuhan Aeorian bernama Salsvault.
  • Rak Peta (Roll 16): Menemukan peta lokasi Salsvault di Eiselcross.
  • Peti Kayu (Roll 20): Menemukan 10 GP, pakaian musim dingin, dan sebuah Dagger +1 (Belati Sihir).
  • Kamar Tidur (Roll 23): Menemukan bukti kunci—sebuah kuitansi penjualan "Dua Tabung Kaca Biru Aeorian" ke toko Pelc's Curiosities.

Deduksi: Urgon menemukan tabung biru di Salsvault -> Menjualnya ke Pelc -> Tulgi (yang punya hutang) mencurinya dari Pelc -> Tulgi sakit.

Pelc's Curiosities

Ankara segera menuju toko Pelc. Toko itu bertanda "TUTUP - SAKIT". Upaya komunikasi gaib gagal, pemilik toko paranoid. Ankara kembali menjemput Elro untuk mendobrak pintu secara otoritatif.

Di dalam, Verla Pelc yang sakit akhirnya mengaku di bawah tekanan Ankara (Persuasion: 14).

"Hilang... Semuanya hilang. Tulgi mencurinya. Dia dan saudarinya, Hulil Lutan. Mereka bersembunyi di utara desa, di gua-gua dekat danau beku. Croaker Cave."

Ankara menyarankan isolasi desa dan mengamankan sisa pecahan kaca biru di toko dengan Mage Hand. Elro setuju untuk mengurus karantina, sementara Ankara bergerak sendiri ke sarang bandit.

Bagian IV: Menembus Croaker Cave

Matahari terbenam saat Ankara tiba di mulut gua yang menganga seperti mulut monster. Stalaktit es tajam menggantung di pintu masuknya.

Persiapan & Taktik

Ankara merapal Mage Armor (AC 15) dan Detect Magic. Ia mendeteksi pendaran Necromancy dari dalam (sumber penyakit) dan aura Transmutation di lantai masuk (jebakan).

Ankara mencoba menggertak dengan sihir suara Message: "Menyerahlah, kalian sudah dikepung."

Check: Deception (Charisma) Roll: 9 (Gagal)
Reaksi Musuh: Bandit di dalam tidak percaya dan malah bersiaga.

Tidak menyerah, Ankara menggunakan taktik jenius. Mengetahui jebakan itu adalah mantra Snare (jerat gantung), ia menggunakan Mage Hand untuk memicu jebakan fisik sambil merapal Minor Illusion untuk menciptakan bayangan dirinya tergantung terbalik di udara.

Check: Deception (Intelligence - Advantage) Roll: 14 -> 13 (Success)
Hasil: Dua bandit (Dwarf dan Elf) keluar dari persembunyian, tertipu mengira Ankara sudah tertangkap.

Bagian V: Pertempuran Terakhir

COMBAT LOG: ANKARA VS THE BANDITS
SURPRISE ROUND
Dari balik batu, Ankara membidik Dwarf bandit yang sedang lengah menatapi ilusi.
Action: Cast Fire Bolt.
Attack Roll: 20 (NATURAL 20 - CRITICAL HIT!)
Damage: 8 Fire Damage.
Api oranye meledak di dada Dwarf itu. Dia menjerit, mundur terhuyung-huyung, hangus dan sekarat seketika (Heavily Wounded).
ROUND 1
Musuh: Dwarf yang sekarat melempar kapaknya dengan putus asa (Roll 11 - Meleset). Elf bandit memanah (Roll 16 - Nyaris kena, AC 17 menyelamatkan Ankara).

Ankara: Tidak mundur. Dia melompat keluar, menghunus Dagger +1 dengan niat melumpuhkan.
Attack Roll: 20 (NATURAL 20 LAGI!)
Hantaman gagang belati tepat di pelipis membuat Dwarf itu pingsan seketika. Ankara menyeret tubuh berat itu, menjadikannya perisai hidup.
ROUND 2
Ankara: Dengan napas tersengal, mencoba bernegosiasi. "Saya hanya ingin informasi! Hentikan ini!"
Persuasion Roll: 1 (Critical Failure)
Kata-kata damai dengan tangan berlumuran darah tidak terdengar meyakinkan.

Musuh: Bandit Elf tidak peduli. Bos mereka, Hulil Lutan, muncul dari dalam gua, wajahnya pucat karena penyakit, matanya penuh amarah.

Ankara (Action): Melihat negosiasi buntu, Ankara melepaskan sihir terakhirnya: Magic Missile.
Tiga peluru cahaya menghantam target. Elf bandit terlempar ke dinding (10 Damage - Luka Parah). Hulil terkena di bahu (5 Damage).
Status: Slot Spell Habis.
ROUND 3 - TITIK BALIK
Hulil Lutan: Tidak gentar. Dia mengangkat Heavy Crossbow-nya.
Attack Roll: 19 (Hit)
Damage: 6 Piercing.
Anak panah besi itu menembus pertahanan magis Ankara, merobek bahunya. Darah muncrat ke salju putih.
Sisa HP Ankara: 1 / 7 (Kritis).
ROUND 4 - AKHIR SEGALANYA
Ankara: Di ambang kematian, berlutut di salju, menembakkan Fire Bolt terakhir dengan sisa tenaganya.
Attack: 21 (Hit) - 3 Fire Damage ke Hulil.
Hulil hanya menggeram, membuang panahnya, mencabut dua pedang pendek, dan menebas.

Hulil Lutan:
Attack Roll: 19 (Hit)
Damage: 4 Slashing.

Dunia Ankara menjadi hitam.
ANKARA DOWN (0 HP).

EPILOG: JANJI YANG MEMBEKU

Tubuh Ankara Gante terbaring di atas salju yang kini berwarna merah tua. Badai menderu di sekelilingnya, seolah alam sendiri sedang menyanyikan lagu kematian. Kesadaran sang penyihir berkedip-kedip, berjuang melawan dingin yang merambat ke tulang.

Roll 1: 9 Roll 2: 5 Roll 3: 3

Tiga kali jantungnya mencoba bertahan. Tiga kali takdir berkata tidak. Napas terakhir Ankara bukanlah sebuah mantra dahsyat atau kata-kata bijak, melainkan hembusan uap tipis yang langsung hilang ditelan angin utara. Matanya yang cerdas menatap langit kelabu untuk terakhir kalinya, sebelum selaput es menutupinya selamanya.

Di Mulut Gua:

Hulil Lutan, bos bandit yang juga sekarat karena wabah itu, berdiri di atas mayat Ankara. Dia terbatuk, menyemburkan darah beku. Dia menendang tubuh Ankara, memastikan tidak ada pergerakan.

"Akhirnya... Ambil barang berharganya. Tinggalkan bangkainya untuk serigala."

Si Elf pemanah merangkak keluar, melucuti Dagger +1 dan kantong koin dari sabuk mayat Ankara. Mereka tidak peduli dengan buku catatan atau jurnal penelitian Ankara; bagi mereka, itu hanya sampah kertas. Yang paling menyakitkan: mereka mengambil tas berisi Peta ke Salsvault. Peta yang berisi lokasi penawar wabah itu kini berada di tangan orang-orang yang tidak tahu cara membacanya, dan tidak peduli untuk menggunakannya.

Mereka menyeret rekan Dwarf mereka yang pingsan kembali ke dalam gua, menutup jalan masuk, dan membiarkan badai salju mengubur satu-satunya harapan desa.

Di Palebank Village:

Malam berganti pagi. Elro Aldataur berdiri kaku di pos penjagaan, matanya tak lepas memandang ke arah utara. Dia menunggu sosok jubah biru itu kembali membawa kabar baik. Dia menunggu harapan.

Satu hari berlalu. Dua hari. Harapan itu tidak pernah datang.

Verla Pelc meninggal sendirian di sel tahanannya tiga hari kemudian. Tubuhnya membeku menjadi patung es yang mengerikan, mulutnya terbuka dalam teriakan bisu. Tanpa penawar dari Salsvault, wabah Frigid Woe tidak berhenti. Spora itu terbawa angin, terbawa lewat koin yang dipertukarkan, lewat sentuhan yang tak disengaja.

Hulil dan gengnya akhirnya mati di dalam gua mereka sendiri, tetapi tidak sebelum menularkan penyakit itu kepada beberapa pedagang gelap yang lewat. Penyakit itu menyebar keluar dari Palebank, merayap ke seluruh Eiselcross.

Ankara Gante datang jauh-jauh untuk menyelamatkan sebuah desa. Pada akhirnya, ia hanya menjadi satu gundukan salju lagi di antara ribuan gundukan lainnya di Greying Wildlands—sebuah monumen sunyi bagi kepahlawanan yang gagal, dan pertolongan yang tak pernah tiba.


GAME OVER

Statistik Akhir:
Nama: Ankara Gante (Lvl 1)
Penyebab Kematian: Pendarahan hebat & Hipotermia.
Pencapaian: Mengidentifikasi penyakit, Menemukan sumber penularan, Melukai Bos Bandit.
Frozen Sick (DnD With Gemini) Frozen Sick (DnD With Gemini) Reviewed by Genta Maulana M on Februari 16, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.